Tekanan Darah Tinggi

Dengan meningkatnya tekanan darah meningkat pula ancaman kesehatan. Dan jika faktor-faktor risiko lainnya juga ada, bahaya terhadap jantung dan sirkualsi darah meningkat secara proposional. Maka, pengidap diabetes adalah tekanan darah yang tinggi 10 kali lebih mungkin menderita serangan jantung daripada pengidap diabetes yang tekanan darahnya normal. Dalam suatu penelitian yang dilakukan pada sekelompok petugas pelabuhan di San Francisco, ditemukan bahwa tekanan darah tinggi dan merokok adalah kombinasi yang sangat berbahaya. Terjadinya serangan jantung 10 kali lebih berat di antara perokok yang bertekanan darah tinggi daripada perokok yang tekanan darahnya normal. Dan kita bahwa bahkan dengan tekanan darah yang normal, terjadinya serangan jantung dua kali lebih tinggi dan para perokok daripada non perokok.

Tekanan darah tinggi tidak diragukan lagi adalah salah satu penyakit yang paling umum dan paling berbahya dalam kehidupan modern. Dan walaupun kita kekurangan statistik yang tepat tentang jumlah terjadinya dan jumlah kasus yang tidak terdeteksi, kita bisa berasumsi bahwa hampir 15% dari semua orang dewasa di negara maju, dan sekitar 20-25% dari semua orang yang berumur di atas 40 tahun, memiliki tekanan darah tinggi. Dengan kata lain, satu dari lima orang dewasa yang menemui dokter untuk alasan apapun, ditemukan menderita tekanan darah tinggi. Di atas dan melampaui angka yang mengkhawatirkn ini terletak jumlah yang sama dari kasus-kasus tidak terdeteksi yang juga mengkhawatirkan. Di sini kita hanya bisa menerka, tetapi berdasarkan yang kita ketahui, kita bisa berasumsi bahwa 30% dari semua kasus tekanan darah tinggi tidak terdeteksi.

Jika angka ini menjadi suatu kejutan bagi Anda, Anda perlu bertanya kepada diri sendiri apakah diri Anda mungkin termasuk pada kasus yang tidak terdeteksi ini. Tekanan darah tinggi adalah suatu penyakit yang tidak bergejala, bisa terus bercokol dalam tubuh Anda selama bertahun-tahun tanpa mengirimkan tanda-tanda bahaya apapun. Biasanya keberadaannya dideteksi secara tidak sengaja, misalanya pada suatu kunjungan ke dokter atau alasan lain. Anehnya, beberapa dokter tidak merasa perlu mengukur tekanan darah sebagai bagian pemeriksaan. Dengan mengingat banyaknya kasus yang tidak terdeteksi, pastikan Anda meminta tekanan darah Anda diukur setiap kali Anda menemui dokter.

Kini serangan jantung adalah penyebab kematian pada 30% orang yang menderita tekanan darah tinggi, dan sekitar jumlah yang sama menderita stroke fatal.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Diet Pada Penderita Darah Tinggi

Faktor penyebab yang paling menyebabkan penyakit hipertensi darah tinggi muncul adalah dikarenakan pola makan dan juga aktivitas fisik yang kurang baik. Akibat dari dua hal ini ditambah dengan usia yang bertambah akan menyebabkan peluang resiko untuk munculnya berbagai penyakit lain. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penderita hipertensi adalah diet pada penderita darah tinggi. Diet yang dilakukan adalah diet rendah garam. Diet rendah garam ini bertujuan untuk membantu dalam menghilangkan penimbunan garam atau air dalam jaringan tubuh yang dapat menurunkan tekanan darah.

Cara diet pada penderita darah tinggi adalah :

  1. Kandungan garam (Sodium/natrium)
    Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium atauu natrium ini :
    - Jangan meletakkan garam diatas meja makan
    - Piih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makanan
    - Baasi konsumsi daging dan keju
    - Hindari cemilan yang asin-asin
    - Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium
  2. Kandungan Potasium/Kalium
    Suplemen potasium 2-4 gram per hari dapat membantu penurunan tekanan darah. Potasium umumnya banyak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk dikosnumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semakngka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang megandung unsur omega-3 sangat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah atau hipertensi.

Diet pada penderita darah tinggi dengan diet rendah garam yang artinya ialah garam natrium (garam dapur yang merupakan sumber tama garam natrium).

Diet pada penderita darah tinggi adalah dengan mengonsumsi makanan yang boleh dianjurkan untuk penderitanya :

  1. Kurangi kebiasaan makan siap saji atau tinggi lemak
  2. Batasi penggunaan garam (1 sendok teh/hari saat masak)
  3. Rasa tawar dapat diperbaiki dengan penggunaan bumbu yang tidak mengandung natrium (salam, jahe, kunir,bawnag, dan brambang)
Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi Ketika Hamil

Tekanan darah tinggi dalam kehamilan adalah tekanan darah tinggi yang terjadi pada saat kehamilan berlangsung. Biasanya peningkatan tekanan darah terjadi pada bulan terakhir kehamilan, sedangkan tekanan darah dengan kehamilan yaitu wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi yang mengalami kehamilan sehingga tekanan darah sudah tinggi sebelum dan selama kehamilan.

Yang menyulitkan banyak wanita tidak mengetahui bahwa dirinya telah mempunyai tekanan darah tinggi sebelum hamil sehingga sering mengakibatkan kesalahan diagnosis tekanan darah tinggi dengan tekanan darah tinggi dalam kehamilan.

Namun tidak semua wanita hamil akan terkena tekanan darah tinggi dalam kehamilan. Preeklampsia yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan meningkatnya protein dalam air seni pada wanita hamil, hanya terjadi pada sebagian kecil wanita hamil. Di Amerika, persentasinya mencapai 7% dari semua wanita hamil, sedangkan persentasi di Indonesia belum dapat diketahui secara pasti karena banyak tidak tercatat.

Penyebab pasti tekanan darah tinggi dalam kehamilan belum dapat diketahui, tetapi berikut adalah hal-hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi dalam kehamilan, yaitu :

1. Tekanan darah tinggi sebelum kehamilan
2. Kehamilan pertama
3. Riwayat terjadinya preeklampsia dalam keluarga
4. Kehamilan kembar
5. Riwayat penyakit kencing manis (diabetes)
6. Kelainan pada ginjal sebelum kehamilan
7. Kehamilan pada usia dengan risiko tinggi yaitu remaja muda (± 17 tahun) atau akhir usia 30 menjelang 40 tahun.

Tekanan darah tinggi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab kematian pada ibu. Sepertiga dari kematian ibu disebabkan penyakit tekanan darah tinggi dalam kehamilan ini. Penyakit ini juga merupaka penyebab dari kelahiran mati karena kelahiran prematur (sebelum waktunya).

Pada ibu, tekanan darah tinggi dalam kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi berupa gagal jantung, kejang-kejang, penurunan fungsi ginjal, gangguan penglihatan dan pendarahan. Pada bayi, dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, risiko plasenta terlepas dari dinding rahim dan kekurangan oksigen selama persalinan berlangsung.

Setelah persalinan, tekanan darah biasanya akan berangsur-angsur menurun sampai normal. Gejala-gejala yang timbul pun akan berangsur hilang. Inilah yang membedakan tekanan darah tinggi dalam kehamilan dengan penyakit tekanan darah tinggi yang memang telah diderita sebelumnya. Tetapi pada sebagian kecil kasus, tekanan darah tinggi dalam kehamilan ini bisa menetap. Ini bisa terjadi karena pengobatan yang kurang akurat.

Apabila preeklampisa tidak terkendali akan timbul keadaan yang mengancam jiwa yang disebut eklampsia. Keadaan eklampsia ini mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi yakni satu di antara 1.500 kehamilan.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi Pada Lansia

Pada orang berusia lanjut, tekanan darah saat duduk sangat berbeda dengan saat berdiri. Oleh karena itu, pengukuran tekanan darah perlu dilakukan dalam posisi berdiri dan juga ada beberapa keadaan tertentu. Sekitar separuh populasi orang yang berusia lebih dari 60 tahun di Inggris menyandang tekanan darah tinggi dan sebagian besar dalam bentuk hipertensi sistolik terisolasi (isolated systolic hypertension, ISH) di mana hanya tekanan darah sistolik saja yang meningkat. Bloker kanal kalsium golongan dihydropyridine (C) dan thiazide/ diuretik menyerupai thiazide (D) lebih efektif pada kelompok orang berusia lanjut.

Baik pria maupun wanita hidup lebih lama dan 50% dari mereka yang berusia di atas 60 tahun akan menderita hipertensi sistolik terisolasi (TD sistolik 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg). Karena risiko kardiovaskular meningkat sesuai usia, maka pasien usia lanjut dengan tekanan darah seperti ini akan lebih memerlukan terapi daripada pasien usia lebih muda. Dengan menurunkan tekanan darah telah terbukti mengurangi insidensi gagal jantung, mengurangi demensia (kepikunan) dan dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif dan dari data studi menunjukkan bahwa terapi ini memberikan manfaat sampai usia 80 tahun hanya sedikit data studi pada pasien yang lebih tua dari 80 tahun, tetapi jika terapi sudah dimulai pada usia lebih awal, maka seharusnya tetap dilanjutkan pada pasien manula ini.

Dahulu, penyaikit tekanan darah tinggi hanya diderita oleh orang perkotaan. Namun hasil penelitian menunjukkan orang lanjut usia di perdesaan pun telah banyak yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi, terutama di wilayah yang letaknya jauh dari pantai. Jumlah lansia yang terkena penyakit tekanan darah tinggui di beberapa desa di wilayah Indonesia lebih tinggi daripada di beberapa daerah di Jepang yang banyak mengonsumsi ikan segar.

Usia sebenarnya tidak menentukan munculnya hipertensi. Tetapi pada kebanyakan kasus, hipertensi banyak terjadi pada usia lanjut. Pada wanita, hipertensi sering terjadi pada usia di atas 50 tahun. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan hormon sesudah menopause. Penyakit-penyakit kronis sepeti kolesterol tinggi, diabetes atau penyakit kencing manis dan gagal jantung akan menambah risiko terserang hipertensi.

Sementara menurut para ahli, angka kematian akibat penyakit jantung pada usia lanjut dengan hipertensi adalah tiga kali lebih sering dibandingkan usia lanjut tanpa hipertensi pada usia yang sama.

Seseorang dianggap menderita tekanan darah tinggi menurut WHO jika tekanan darah kasual lebih dari 160/95 mmHg. Jika tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg disebut dnegan normotensif. Sementara itu, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, tetapi kurang dari 160/95 mmHg disebut dengan borderline hypertention. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg (tekanan darah sistolik 120 dan tekanan darah sistolik 80) atau tidak boleh dari 140/90 mmHg.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi Di Usia Muda

Sebagian besar penelitian dan panduan penanganan tekanan darah diperuntukkan bagi orang berusia di atas 30 tahun dan pada banyak kasus, di atas 50 tahun. Namun tidak berarti bahwa orang berusia muda tidak terkena tekanan darah tinggi. Pada usia muda lebih sering terjadi peningkatan tekanan darah diastolik daripada sistolik dan lebih sering terjadi hipertensi sekunder (tekanan darah tinggi yang disebabkan kondisi spesifik). Perubahan gaya hidup yang telah dijelaskan sebelumya dapat memberi keuntungan yang sama berapaun usia Anda. Perubahan gaya hidup bahkan dianjurkan untuk dilakukan sedini mungkin untuk mendapat efek maksimal pada kesehatan kardiovaskuler Anda. Keuntungan melakukan olahraga dan menerapkan pola makan yang sehat sejak dini akan dirasakan saat kita beranjak tua.

Tekanan darah tinggi yang terjadi di usia muda dapat berakibat yang cukup fatal, tekanan darah tinggi menyebabkan timbulnya penyakit baru akibat pembuluh darah arteri yang tak mampu mengalirkan darah secara normal ke seluruh jaringan pembuluh darah. Tekanan darah tinggi selalu berkaitan erat dengan penyakit jantung dan stroke yang merupakan penyakit penyerta dari penyakit tekanan darah tinggi.

Beberapa kejadian ataupun kasus penyakit tekanan darah tinggi yang terjadi di usia muda membawa dampak pada timbulnya penyakit stroke pada usia muda. Salah satu contoh : seorang ibu muda berusia 20 tahun, sering mengalami migrain sejak usia 14 tahun. Di samping hal yang paling mengejutkan, ternyata ibu muda tersebut memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit diabetes. Tekanan darah tinggi yang datang tiba-tiba dapat membuat seseorang mengalami migrain kronis yang harus mengharuskannya berbaring di tempat tidur. Selain itu, ibu muda tersebut harus diliputi dengan risiko penyakit diabetes yang dibawa oleh salah satu anggota keluarganya yang memiliki risiko diabetes.

Tekanan darah sangat bervariasi tergantung pada keadaan, akan meningkat saat beraktivitas fisik, terpengaruh oleh emosi, dan stres dan turun selama tidur. Oleh karenanya seorang penderita tekanan darah tinggi dibiarkan istirahat dalam kamar yang tenang, kurang lebih selama 10-15 menit. Beberapa jam sebelumnya tidak dibenarkan minum zat perangsang (stimulan) seperti teh, kopi dan minuman ringan yang mengandung kafein.

Tekanan darah pada penderita tekanan darah tertinggi dalam penelitian meta-analisis yang melibatkan lebih dari 420.000 pasien telah menunjukkan hubungan yang kontinyu dan independen antara tekanan darah dengan stroke dan penyakit jantung koroner. Peningkatan tekanan diastolik > 10 mmHg dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko stroke sebesar 56% dan penyakit jantung koroner sebesar 37%. Saat tekanan diastolik naik di atas 95-100 mmHg, risiko kejadian serebral dan jantung di masa datang menjadi bermakna dan terapi obat-obatan harus diberikan jika perubahan gaya hidup tidak dapat memberikan kontrol yang memuaskan. Namun terapi jelas tidak diperlukan bagi tekanan darah dengan diastolik kurang dari 80-85 mmHg di mana risiko akan penyakit jantung koroner atau stroke terjadi cukup rendah.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi Kronis

Hipertensi sebagai suatu peningkatan kronis (yaitu meningkat secara perlahan-lahan, bersifat menetap) dalam tekanan darah arteri sistolik dan diastolik yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi tidak peduli apa penyebab tekanan darah tinggi, mengikuti suatu pola yang khas. Dua aspek dari penyakit ini meyajikan bahaya potensial yang serius: pertama, kecenderungan tekanan meningkat untuk terus naik dan kedua, kerusakan yang dihasilkan pada arteri, jantung, otak dan ginjal. Dalam hal ini, hipertensi kronis berbeda dari jenis peningkatnan tekanan yang kurang serius, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Hipertensi kronis biasanya dimulai “diam-diam”, umumnya setelah usia 30 atau 40 tahun. Dalam kasus-kasus pengecualian, penyakit ini bisa dimulai lebih awal. Pada tahap awal, tekanan darah tinggi mungkin naik secara berkala, misalnya pada situasi stres biasa, ketiak mengendarai mobil jarak jauh dan kembali ke normal lebih lama dari biasanya. Atau tekanan darah tinggi mungkin hanya naik saat bekerja, tidak pada saat istirahat atau berlibur. Pada kasus-kasus seperti ini kita membicarakan “hipertensi labil”, atau jika angkanya terletak di atas kisaran normal, kita menyebutnya “hipertensi perbatasan”. Namun jika angkanya di atas normal secara konsisten, penyakitnya telah berkembang ke tahap “stabil”.

Hipertensi kronis bisa memiliki berbagai bentuk. Contohnya sangat banyak. Bahkan setiap rumah sakit mengetahui orang-orang muda dengan tekanan darah yang sangat tinggi, dari 200/120 sampai 250/140. Mereka datang dengan keluhan utama perasaan tidak sehat secara umum, sakit kepala hebat, masalah mata, dan gangguan jantung. Dan tekanan darah mereka tidak turun secara signifikan, bahkan setelah berbaring lama. Dalam kasus-kasus seperti ini, kita mungkin berurusan dengan suatu jenis penyakit hipertensi yang sangat agresif yang dikenal sebagai “hipertensi ganas”. Disebut ganas karena berkembang dnegan cepat dan dramatis, serta menyebakan kerusakan serius dan dini pada jantung, otak, ginjal dan mata. Beberapa waktu yang lalu prognosis bagi orang-orang yang mengidap hipertensi  ganas tidak terlalu menjanjikan.

Dalam mayoritas kasus, tekanan darah tinggi kronis jika diobati dapat diturunkan dan komplikasi tekanan darah tinggi dihindari. Setidaknya 95% dari semua pengidap hipertensi  dapat memiliki bentuk hipertensi yang jinak. Ini sama dengan mengatakan perkembangannya lebih lambat dan efeknya tidak bermanifestasi lebih awal. Namun, bahkan yang disebut hipertensi jenis ‘jinak” pun merupakan bahaya bagi kesehatan dan kehidupan.

 

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Risiko Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Risiko tekanan darah tinggi yang juga merupakan penyakit berbahaya. Jika kita juga masuk ke faktor-faktor risiko lainnya secara agar terperinci, kita melakukannya karena suatu faktor risiko biasanya tidak berdiri sendiri, dan karena akal sehat menyuruh kita untuk mencoba mengenali dan menghilangkang semua faktor risiko serta potensi saja sama sia-sianya dengan memperlengkapi mobil Anda denga sabuk pengaman paling bagus dan termahal, padahal Anda menyetir dengan ban yang sudah gundul dan rem yang rusak.

Kita tahu bahwa faktor-faktor risiko tekanan darah tinggi berkaitan erat dengan cara hidup kita. Tekanan darah tinggi, diabetes dan kelainan metabolisme adalah penyakit-penyakit masyarakat makmur. Karena orang-orang yang kurang gizi di negara-negara sedang berkembang biasanya terlalu miskin untuk “memiliki” faktor-faktor risiko ini, penyakit-penyakit kardiovaskular tidak terlalu umum diantara mereka.

Berikut adalah faktor-faktor risiko penyebab dari tekanan darah tinggi dan mendatangkan risiko akan komplikasi dari tekanan darah tinggi, yakni :

1. Berat badan berlebih

Hal ini meningkatkan berkembangnya berbagai faktor risiko dan oleh karena itu, berat badan itu sendiri merupakan suatu bahaya terhadap kesehatan. Sebanyak 85% dari semua pengidap diabetes, 80% dari semua orang yang memiliki kadar kolesterol darah dan atau trigliserida yang tidak abnormal, 70% dari semua kasus hiperurisemia (berlebihnya asam urat dalam darah), dan 60% dari semua orang yang mengidap hipertensi dari semua orang-orang yang kelebihan berat badan. Penyebab utama dari kelebihan berat badan adalah terlalu banyak makan. Penyebab lebih jauh lagi adalah kurangnya olahraga yaitu gangguan yang berhubungan dengan pekerjaan pada begitu banyak orang yang menghabiskan waktu kerja di belakang meja, bangku pabrik atau di belakang kemudi mobil.

2. Metabolisme lemak yang abnormal

Lemak serum yang dikenal sebagai lipid, memasok tubuh dan energi dan bahan pembangun. Sebagian lemak diperoleh dari makanan yang kita konsumsi dan sebagian lagi diciptakan oleh tubuh sendiri. Jika, sebagai akibat makanan yang buruk, tubuh menerima lebih banyak lemak daripada yang dibutuhkan, kadar lemak tubuh pun meningkat.

Suatu kondidi lemak darah tinggi yang kronis (hiperlipidemia) bisa memicu dan mempercepat proses perusakan dinding arteri-kondisi yang kita sebut arterioklerosis. Dua jenis lemak darah-kolesterol dan triglieserida dan terutama kolesterol yang memainkan peran penting di dalamnya. Kolesterol sebagian besar diproduksi oleh tubuh sendiri, tetapi kadar kolesterol darah dikaitkan dengan makanan kita dengan jenis lemak yang makan dab kolesterol yang terkadnung dalam makanan kita. Tubuh mampu mengubah karbohidrat seperti gula, tepung, roti, dan produk-produk roti menjadi lemak yang dikenal sebagai trigliserida.

3. Merokok

Merokok adalah suatu faktor risiko penting dalam penyakit kardiovaskular, menurut suatu penelitian yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1965. Walaupun orang yang merokok satu pak rokok sehari tiga kali lebih mungkin menderita serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, risikonya bertambah seiring dengan meningkatnya konsumsi rokok. Pada orang yang merokok terus-menerus, kemungkinann terjadinya serangan jantung 6 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak merokok.

4. Diabetes

Satu dari setiap orang pengidap diabetes cepat atau lambat akan menderita kerusakan pembuluh darah dan mengalami peningkatan risiko serangan jantung. Terjadinya tekanan darah tinggi di natara pengidap diabetes lebih besar daripada yang tidak mengidap diabetes pada kelompok umur yang sama dan sama tinggi pada pria dan wanita.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Tinggi Hipertensi

Pada umumnya gejala tekanan darah tinggi hipertensi tidak diketahui dengan pasti. Sebagian besar penderita baru menyadari jika ia telah mengidap penyakit itu, atau diketahui setelah terjadi komplikasi pada organ lain, seperti ginjal, mata, otak dan jantung. Sakit kepala, mimisan, limbung, dan mabuk sering dianggap sebagai gejala tekanan darah tinggi hipertensi.

Komplikasi tekanan darah tinggi hipertensi, gejalanya juga bisa berupa gangguan penglihatan, gangguan saraf, lemah jantungm dan gejala lain karena penurunan fungsi ginjal. Lemah jantung yang lebih dikenal gagal jantung biasanya diikuti rasa sesak di dada. Sementara itu, gangguan penglihatan sering ditemui pada penderita hipertensi berat.

Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi hipertensi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita ke dalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja ekstra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hipertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (heart attack).

Masalah tekanan darah tinggi akan menjadi masalah kesehatan masyarakat serius jika tidak terkendali, karena akan mengakibatkan komplikasi yang berbahaya dan berakibat fatal, antara lain stroke (penyakit pembuluh darah otak), penyakit jantung koroner, serta gagal ginjal.

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Darah Tinggi Pada Lanjut Usia

Berkat kemajuan dalam bidang ekonomi dan kesehatan jumlah penduduk yang melampaui usia 60-65 tahun meningkat pesat. Hal ini akan membawa masalah kesehatan yang selama ini jarang menjadi perhatian. Beberapa penyakit seperti pikun (demensia), keropos tulang (osteoporosis), masalah menopause, dan juga hipertensi sering menyerang di usia tua.

Hipertensi pada usia lanjut perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Selain elastisitas pembuluh darah penderita yang menurun, kerja jantung umumnya pun sudah mulai terganggu. Hipertensi pada usia lanjut juga selalu membawa pengaruh buruk karena penyakitnya “tidak jinak”.

Pada usia lanjut bila tekanan darahnya baik sistolik maupun diastolik, meninggi dalam waktu yang tidak terlalu lama maka harus dicurigai adanya pembuluh darah ginjal yang terganggu. Hal ini dikenal sebagai hipertensi renovaskuler aterosklerotik.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan mengenai hipertensi pada usia lanjut menghasilkan hal-hal yang menarik diketahui. Ternyata upaya menurunkan tekanan darah pada usia lanjut memperoleh keuntungan yang lebih besar di bandingkan dengan golongan usia muda dan menengah. Hubungan antara tekanan darah yang meninggi dengan jantung-pembuluh darah (kardiovaskuler) lebih nyata terlihat pada penderita yang lanjut usia. Umumnya tekanan darah diastolik meningkat mengikuti pertambahan umur. Akan tetapi, tekanan darah sistolik peningkatnya lebih nyata pada usia lanjut.

Hal-hal berikut perlu diperhatikan untuk menangani hipertensi pada penderita yang berusia lanjut. Selain kondisi tubuh yang sudah tidak prima, penderita pun perlu ditangani secara lebih sabar dan telaten :

1. Tekanan darah diukur pada posisi berdiri

2. Penurunan tekanan darah lebih dari 20 mmHg setelah 1 menit pada posisi tegak, dianggap abnormal

3. Tekanan darah diturunkan bertahap. Bila tekanan darah sebelumnya lebih tinggi dari 180 mmHg, tekanan diturunkan 20 mmHg lebih rendah. Selanjutnya tekanan diturunkan bertahap sampai sistolik kurang dari 160 mmHg dan diastolik kurang dari 90 mmHg

Ramuan Herbal Darah Tinggi

Bahan-Bahan :

- 3 buah mengkudu

Cara Pemakaian :

- Mengkudu di cuci bersih
- Lalu di parut dan disaring
- Ambil airnya hingga 1/2 gelas

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Risiko Tekanan Darah Tinggi

Terdapat 2 jenis tekanan darah tinggi yaitu :

1. Hipertensi Esensial (Primer)

Tipe ini terjadi pada sebagian besar kasus tekanan darah tinggi yaitu sekitar 95%. Penyebabnya tidak diketahui, walaupun dikaitkan dengan kombinasi faktor gaya hidup seperti kurang bergerak (inaktivitas) dan pola makan.

2. Hipertensi Sekunder

Tipe ini lebih jarang terjadi, hanya sekitar 5% dari seluruh kasus tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi ini disebabkan oleh kondisi medis lain (misalnya penyakit ginjal) aau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (misalnya Pil KB).

Faktor Resiko Tekanan Darah Tinggi

Pada sebagian besar kasus, penyebab darah tinggi tidak diketahui. Hal ini terutama terjadi pada hipertensi esensial. Walaupun demikian, terdapat beberapa faktor resiko yang dapat membuat seseorang lebih mudah terkena tekanan darah tinggi. Faktor resiko tersebut meliputi :

- Kelebihan berat badan
- Kurang berolaraga
- Mengkonsumsi makanan berkadr garam tinggi
- Kurang mengkonsumsi buah dan sayuran segar

Walaupun merokok hanya menyebabkan peningkatan tekanan darah sesaat, namun merokok secara dramatis meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Mitos Tekanan Darah Tinggi

1. Muka merah atau terasa panas bukan berarti seseorang menyandang tekanan darah tinggi

2. Menyandang tekanan darah tinggi tidak berarti seseorang akan merasa tegang, gugup atau hiperaktif

3. Mimisan tidak dapat dijadikan sebagai indikator tekanan darah tinggi

Posted in Tekanan Darah Tinggi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment